Niat Puasa Ramadhan, Begini Tips Bagi Penderita Maag

Niat Puasa Ramadhan, Begini Tips Bagi Penderita Maag


Niat puasa Ramadhan - Apakah Anda menunaikan ibadah puasa? Nah, setiap umat muslim dimanapun berada tentu sudah menunggu bulan suci ini jauh-jauh hari. Tapi terkadang masalah muncul ketika di bulan Ramadhan, Anda justru sedang merasakan tubuh yang tak baik, terutama jika Anda punya riwayat sakit maag. Nah, bagaimana mengatasinya? 

Jenis penyakit maag dikategorikan menjadi dua, yaitu maag fungsional dan maag organik. Maag fungsional biasanya disebabkan oleh rutinitas makan yang tak teratur, mengkonsumsi makanan yang terlalu pedas, kopi dan soda berlebih, atau stres. Sedangkan maag organik disebabkan oleh organ pencernaan yang terluka misalnya lambung, usus dua belas jari, kerongkongan, bahkan kanker.


Niat Puasa Ramadhan, Berikut Cara Menjaga Lambung Anda

Lalu, jenis maag mana yang sering diderita oleh masyarakat kita? Ternyata rata-rata penderita maag memiliki keluhan maag fungsional dimana kondisi ini masih aman jika kita berpuasa. Walaupun begitu, siapapun yang punya niat puasa Ramadhan namun menderita maag haruslah pandai menjaga pola makan sehat agar penyakit maag tidak kambuh dadakan. Mungkin pada beberapa hari awal puasa akan terasa lebih berat sebab lambung sedang dalam proses beradaptasi. Rasa mual, perih dan lemas adalah hal yang biasa. Setelahnya, lambung akan menyesuaikan diri dan sakit maag tak akan lagi mengganggu, apalagi jika Anda sudah niat puasa Ramadhan.  

Baca juga : 

Penderita sakit maag dapat melakukan beberapa langkah sederhana untuk mengurangi resiko sakit maag saat berpuasa. Kenyataannya, banyak kebiasaan yang kurang baik di kalangan umat Islam yaitu langsung tidur setelah sahur dan makan berlebihan saat buka puasa, lalu diikuti dengan merokok. Sekalipun Anda sudah niat puasa Ramadhan, kebiasaan ini ternyata justru mengakibatkan naiknya asam lambung dan memicu resiko gangguan pencernaan.

Niat Puasa Ramadhan, Inilah Makanan yang Boleh Dikonsumsi jika Anda Menderita Maag

Selain itu, selama berpuasa tubuh kehilangan cairan yang cukup banyak hingga 2,5 liter sehingga penting untuk banyak minum air saat buka puasa dan sahur. Bila maag Anda masih sering kambuh, Anda bisa mencoba mengkonsumsi obat maag yang dijual secara umum sesuai dengan anjuran pemakaian atau obat maag yang diresepkan oleh dokter.

Nah, jika Anda dan keluarga benar-benar memiliki niat puasa Ramadhan, apa saja sih yang sebaiknya tidak dikonsumsi saat berpuasa agar lambung terjaga? Berikut penjelasannya : 

1. Menghindari makanan tak sehat
Jika Anda ingin lancar puasa di bulan Ramadhan, sebaiknya hindari makanan berlemak, gorengan serta yang mengandung asam tinggi. Bahan kimia pada makanan kalengpun harus Anda hindari karena dapat memicu maag. Selain itu, jangan merokok saat berpuasa atau minum minuman yang mengandung kafein karena dapat mengganggu lambung. 

2. Konsumsi Makanan Penuh Zat Gizi
Saat berpuasa, ada banyak makanan sehat yang bisa Anda konsumsi, diantaranya adalah karbohidrat sebagai menu sahur agar tak mudah lapar. Anda pun bisa konsumsi buah khas bulan Ramadhan, kurma, yang kaya akan serat, karbohidrat, gula dsb. Pisang juga menjadi buah sehat saat Anda menjalankan ibadah puasa karena mengandung karbohidrat, kalium dan magnesium.

Baca juga : 

3. Minum Minuman yang mengandung Kalium
Saat berpuasa, Anda disarankan untuk minum banyak air, jus buah yang tidak asam dan minuman yang mengandung kalium sebanyak mungkin untuk mengganti cairan yang hilang saat beraktivitas. Bagi Anda penggemar susu, minum segelas susu segar saat sahur karena ini akan membantu mengurangi resiko sakit maag selama berpuasa.

Nah, itulah beberapa tips memilih makanan dan minuman saat berpuasa. Semoga Anda dan semua umat di dunia ini diberikan kelancaran dalam menjalankan niat puasa Ramadhan selama 30 hari penuh. Namun ingat, bagi Anda penderita maag haruslah tetap hati-hati dalam menjaga pola makan dan pola hidup agar tetap sehat. Penelitian menunjukkan bahwa tingkat keasaman lambung memuncak pada siang hari. Oleh karenanya, lakukanlah puasa sesuai kemampuan tubuh karena ajaran Islam sendiri tak memaksa seseorang berpuasa di saat ia memang tak bisa berpuasa. Semoga bermanfaat :)


Baca juga artikel menarik lainnya :