10 Hal Positif Yang Memotivasi

BioenergicenterNEWS.com  Seringkali yang kita butuhkan saat menghadapi sebuah masalah adalah, sosok yang memberi dukungan dan semangat, sebuah pelukan, senyuman yang manis dan menguatkan atau tatapan mata yang meyakinkan bahwa kita bisa melewatinya. Namun, sayangnya semua hal tersebut tak selalu bisa kita dapatkan saat kita sedang down.

Agar tak terlanjur terpuruk dalam kesedihan dan masalah, baca 10 motivasi positif ini.

Saat harus berhenti dari pekerjaan

Apapun penyebab Anda harus berhenti dari pekerjaan, jangan pernah menganggapnya sebagai sebuah beban dan kesalahan. Tidak! Ini bukan kesalahan! Ini adalah sebuah kesempatan bagi Anda untuk mewujudkan mimpi dan semua ide-ide yang pernah Anda kubur dalam-dalam.

Saat baru saja putus cinta

Orang gampang saja mengatakan pada Anda “cari saja yang baru,” tetapi kenyataannya memang tak pernah semudah itu. Sembuh dari patah hati itu jauh lebih sulit ketimbang sembuh dari penyakit lainnya. Tetapi akankah Anda menyerah dan semakin jatuh pada rasa sakit itu?

Ketimbang terus menerus menangisi apa yang sudah tak bisa diselamatkan, ini adalah waktunya memperbaiki diri. Baik penampilan, karier, maupun hubungan sosial Anda dengan teman-teman lainnya. Anda tak harus bilang “aku akan move one” tetapi katakan saja dengan sikap Anda yang nyata. Perlahan rasa sakit itu akan sembuh dan menghilang.

Dipecat atau di-PHK oleh atasan

Yang terberat adalah ketika harus dirumahkan oleh perusahaan. Tidak mudah mencari pekerjaan baru yang dapat mencukupi biaya hidup sehari-hari. Tetaplah berpikir bahwa ini adalah kesempatan untuk Anda membuka lahan bisnis atau mencari pekerjaan yang sesuai dengan yang Anda inginkan.

Ditipu orang

Terkadang tak habis mengerti, kok bisa ya orang yang sudah diberikan kepercayaan malah tega menipu Anda. Sumpah serapah tidak akan mengembalikan kepercayaan yang telah hilang. Bersyukur saja bahwa Anda bisa belajar satu hal baru bahwa Anda harus lebih berhati-hati dalam memberikan kepercayaan pada orang lain.

Saat sedang jatuh sakit

Biasanya Anda beraktivitas ini itu, tetapi kali ini harus berbaring di atas ranjang karena sakit. Apakah ini sebuah hukuman? Tidak. Ini adalah sebuah kesempatan bagi tubuh Anda yang biasanya diforsir untuk beristirahat mengumpulkan kembali energi, sejenak.

Saat cintamu diduakan

Sudah memberikan cinta dan kasih sayang sepenuhnya, memberikan kepercayaan dan kesetiaan, eh malah diduakan. Teganya… Tenang saja, justru lewat hal ini Anda tahu tanpa harus memberikan test padanya. Bahwa ia bukanlah pasangan yang tepat untuk Anda. Dan Anda berhak mendapatkan seseorang yang lebih baik ketimbang dirinya.

Saat keinginan tidak terwujud

Rencana Tuhan memang tidak pernah bisa ditebak. Apa yang kita inginkan tak selalu bisa kita miliki. Bahkan seringkali yang diinginkan tak didapat, justru mendapatkan hal yang berbeda. Dan di saat ini kita harus menyadari bahwa yang kita inginkan tak selalu menjadi yang kita butuhkan.

Saat status single tak segera berubah

Apabila teman-teman sudah memiliki pasangan dan Anda belum. Ini bukan berarti Anda tak laku. Anda belum menemukan sosok yang pas dan membuat Anda nyaman, itu saja. Sembari menunggu, persiapkan diri Anda baik luar maupun dalam. Baik kepribadian maupun cantiknya penampilan.

Saat kehilangan barang kesayangan

Sudah disimpan baik-baik, ternyata masih saja bisa hilang. Dan apabila hal ini pernah terjadi pada Anda, berpikirlah bahwa barang tersebut tak lagi bermanfaat untuk Anda. Ia akan lebih bermanfaat saat berada di tangan orang lain.

Saat kasih tak sampai

Pernah tidak jatuh cinta pada seseorang namun ternyata ia tak membalas perasaan cinta Anda? Well, pernyataan kalau sudah jodoh tidak akan ke mana itu benar adanya. Anda bebas kok menyukai dan mencintai orang lain. Tetapi jangan pernah menuntut agar ia membalas perasaan itu, karena cinta sejati itu datangnya tulus tanpa harus diminta.

jagatmotivasi.com 

Keseimbangan Hidup

BioenergicenterNEWS.com Dikisahkan, suatu hari ada seorang anak muda yang tengah menanjak karirnya tapi merasa hidupnya tidak bahagia. Istrinya sering mengomel karena merasa keluarga tidak lagi mendapat waktu dan perhatian yang cukup dari si suami. Orang tua dan keluarga besar, bahkan menganggapnya sombong dan tidak lagi peduli kepada keluarga besar. Tuntutan pekerjaan membuatnya kehilangan waktu untuk keluarga, teman-teman lama, bahkan saat merenung bagi dirinya sendiri.

Hingga suatu hari, karena ada masalah, si pemuda harus mendatangi salah seorang petinggi perusahaan di rumahnya. Setibanya di sana, dia sempat terpukau saat melewati taman yang tertata rapi dan begitu indah.


Keseimbangan Hidup [kootation]
“Hai anak muda. Tunggulah di dalam. Masih ada beberapa hal yang harus Bapak selesaikan,” seru tuan rumah. Bukannya masuk, si pemuda menghampiri dan bertanya, “Maaf, Pak. Bagaimana Bapak bisa merawat taman yang begitu indah sambil tetap bekerja dan bisa membuat keputusan-keputusan hebat di perusahaan kita?”

Tanpa mengalihkan perhatian dari pekerjaan yang sedang dikerjakan, si bapak menjawab ramah, “Anak muda, mau lihat keindahan yang lain? Kamu boleh kelilingi rumah ini. Tetapi, sambil berkeliling, bawalah mangkok susu ini. Jangan tumpah ya. Setelah itu kembalilah kemari”.

Dengan sedikit heran, namun senang hati, diikutinya perintah itu. Tak lama kemudian, dia kembali dengan lega karena mangkok susu tidak tumpah sedikit pun. Si bapak bertanya, “Anak muda. Kamu sudah lihat koleksi batu-batuanku? Atau bertemu dengan burung kesayanganku?”

Sambil tersipu malu, si pemuda menjawab, “Maaf Pak, saya belum melihat apa pun karena konsentrasi saya pada mangkok susu ini. Baiklah, saya akan pergi melihatnya.”

Saat kembali lagi dari mengelilingi rumah, dengan nada gembira dan kagum dia berkata, “Rumah Bapak sungguh indah sekali, asri, dan nyaman.” tanpa diminta, dia menceritakan apa saja yang telah dilihatnya. Si Bapak mendengar sambil tersenyum puas sambil mata tuanya melirik susu di dalam mangkok yang hampir habis. Menyadari lirikan si bapak ke arah mangkoknya, si pemuda berkata, “Maaf Pak, keasyikan menikmati indahnya rumah Bapak, susunya tumpah semua”.

“Hahaha! Anak muda. Apa yang kita pelajari hari ini? Jika susu di mangkok itu utuh, maka rumahku yang indah tidak tampak olehmu. Jika rumahku terlihat indah di matamu, maka susunya tumpah semua. Sama seperti itulah kehidupan, harus seimbang. Seimbang menjaga agar susu tidak tumpah sekaligus rumah ini juga indah di matamu. Seimbang membagi waktu untuk pekerjaan dan keluarga. Semua kembali ke kita, bagaimana membagi dan memanfaatkannya. Jika kita mampu menyeimbangkan dengan bijak, maka pasti kehidupan kita akan harmonis”.

Seketika itu si pemuda tersenyum gembira, “Terima kasih, Pak. Tidak diduga saya telah menemukan jawaban kegelisahan saya selama ini. Sekarang saya tahu, kenapa orang-orang menjuluki Bapak sebagai orang yang bijak dan baik hati”.

Teman-teman yang luar biasa,

Dapat membuat kehidupan seimbang tentu akan mendatangkan keharmonisan dan kebahagiaan. Namun bisa membuat kehidupan menjadi seimbang, itulah yang tidak mudah.

Saya kira, kita membutuhkan proses pematangan pikiran dan mental. Butuh pengorbanan, perjuangan, dan pembelajaran terus menerus. Dan yang pasti, untuk menjaga supaya tetap bisa hidup seimbang dan harmonis, ini bukan urusan 1 atau 2 bulan, bukan masalah 5 tahun atau 10 tahun, tetapi kita butuh selama hidup. Selamat berjuang!

jagatmotivasi.com