Daftar 7 Gunung Masuk Level Siaga

Ketujuh gunung ini aktivitasnya naik sehingga perlu dipantau terus.

BioenergicenterNEWS.com - Indonesia memiliki 127 gunung api di mana tujuh diantaranya harus diwaspadai karena masuk level III atau Siaga. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Daerah merilis karakter ketujuh gunung ini sebagai antisipasi dan persiapan dampak dari aktivitas gunungapi tersebut.


Adapun ketujuh gunung itu adalah:
1. Gunung Papandayan (Jawa Barat)Tipe letusan: eksplosif, magmatik.
Bahaya primer: adalah awan panas, aliran lava, hujan abu.
Bahaya sekunder: lahar dingin.

Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, kawasan rawan bencana (KRB) ada di radius 5 kilometer. Sedangkan luas daerah bahaya 92,9 kilometer persegi. "Saat ini tidak ada pengungsi," kata dia dalam rilis yang diterima VIVAnews.com, Kamis 5 Januari 2012.

2. Gunung Lokon (Sulawesi Utara)Tipe letusan eflata (bom dan lava).
Bahaya primer: aliran lava dan awan panas.
Bahaya sekunder: lahar dingin.
KRB III adalah 3,5 km dengan penduduk 12 ribu. Sama seperti Papandayan, kawasan ini pun belum ada pengungsi.

3. Gunung Ijen (Jawa Timur)Tipe letusan: freatik.
Bahaya primer: air asam dengan tingkat keasaman kurang dari 1 dan gas beracun dari danau kawah yang mengalir ke Kali Banyupahit hingga muara, lahar letusan, abu vulkanik, awan panas.
Bahaya sekunder: perluasan awan panas dan lahar hujan.

"KRB III  radius 1,5 km. Penduduk terancam 9000 orang, tapi belum ada pengungsi," jelas Sutopo.

4. Gunung Anak Krakatau (Banten, Lampung)Tipe letusan: magmatik dengan lava basaltik dengan SiO2 rendah.
Bahaya primer: aliran lava, eflata, hujan abu. Daerah yang terkena hanya sekitar pulaunya.

"Gunung ini masih dalam fasa membangun sehingga sering meletus tetapi tidak dahsyat. Letusan dahsyat akan terjadi sesudah 3-16 abad setelah letusan 1883," kata Sutopo. KRB gunung ini di radius 3 km yang tidak ada penduduk.

5. Gunung Gamalama (Maluku Utara)
Tipe letusan: eksplosif.
Bahaya primer: aliran lava, awan panas, lontaran batu pijar hujan abu.
Bahaya sekunder: lahar dingin.
"KRB III radius 2,5 km. Pengungsi akibat lahar dingin 3.638 jiwa  atau 896 KK," tambah Sutopo.

6. Gunung Lewotolo (NTT)
Tipe letusan: eksplosif.
Bahaya primer: bom gunungapi, awan panas dan eflata.
Bahaya sekunder: lahar dingin.

"Daerah bahaya berbentuk lingkaran dengan jari-jari 5 km. Penduduk terancam 16.000 jiwa dengan pengungsi 500 jiwa," ujar Sutopo. Sejak tahun 1660 hingga sekarang belum pernah terjadi letusan hebat yang menyebabkan jatuh korban manusia.

7. Gunung Karangetang (Sulut)
Tipe letusan: eksplosif.
Bahaya primer: aliran lava, awan panas, semburan bom pijar.
Bahaya sekunder: lahar dingin.
Daerah bahaya radius 5 km. Saat ini tidak ada pengungsi. (sj)
Sumber
 
 Anda ingin Sehat, Lancar rezeki, Meningkatkan Karier, Dimudahkan dalam segala usaha, Lancar Jodoh, Meningkatkan percaya diri & Lebih Dekat dengan Tuhan? Klik DISINI
 
 

Share this

Sebuah perusahaan yang bergerak di Bidang Pelatihan dan Bisnis Consultasi yang berada di Kota Gudeg Yogyakarta. Sebagai Perusahaan yang dinamis Bioenergi Center selalu memberikan solusi yang spektakuler yang penuh dengan inovatif, kreatif dan unik. Bioenergi International yang telah berkembang di 11 negara seperti Singapore dan Malaysia telah di sambut dengan antusias oleh masyarakat di negara tersebut, karena telah terbukti memberikan berbagai manfaat untuk meningkatkan kualitas hidup dan membantu memberikan solusi dari berbagai masalah yang mereka hadapi.

Related Posts

Previous
Next Post »