Bulan Depan, Aturan Rumah Murah Keluar

Pemerintah akan bekerjasama dengan sejumlah instansi terkait untuk menekan biaya.

BioenergicenterNEWS.com - Kementerian Perumahan Rakyat akan memberi kemudahan kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah melalui bekerja sama dengan instansi terkait.
"Supaya rumah bisa tumbuh dengan harga yang tetap," kata Menteri Perumahan Rakyat, Djan Faridz, di Jakarta pada Kamis malam, 19 Januari 2012.

Kerja sama itu salah satunya dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral untuk membebaskan penyambungan listrik di rumah-rumah tersebut.

Kemudian, Djan mengatakan, untuk biaya instalatur juga akan dibebaskan. "Kami juga minta dibebaskan kepada Badan Pertanahan Nasional untuk pembebasan biaya sertifikat tanah" kata Djan Faridz.

Selain itu, menurut Djan, Kementerian Perumahan Rakyat juga akan bekerjasama dengan Kementerian Dalam Negeri untuk biaya pemasangan air minum. "Lalu dalam proses surat yang kami keluarkan, seperti IMB dipermudah dan tidak dipungut biaya," kata Djan.

Djan mengimbau kepada para Pemda tidak memungut biaya kepada masyarakat berpenghasilan rendah, apalagi sampai menjadikan sebagai pendapatan asli daerah. "Maka itu bulan depan surat kemudahan tersebut sudah keluar," katanya.

Tunggu Kesepakatan Bank
Untuk mendukung program ini, Kementerian Perumahan Rakyat juga bekerja sama dengan perbankan agar bisa menekan bunga kredit kepemilikan rumah. "Kami masih menunggu hasil kesepakatan para bank agar program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan berjalan kembali," katanya.

Peserta FLPP ini, kata dia, hampir semua bank, namun yang paling aktif adalah BTN, Bukopin, BPD, dan BNI 46. "Mereka diminta mengusulkan bunga baru dan kami sedang menunggu pengajuan dari mereka," katanya.

Nantinya, lanjut Djan Faridz, kalau bulan ini sudah selesai, baru akan negosiasi. "Apabila selesai, para pengembang bisa mengajukan kredit untuk rumah yang mereka bangun," ujarnya.

Djan mengatakan, dengan melihat BI rate turun menjadi 6 persen, seharusnya suku bunga KPR juga turun. "Nah kami minta bank pelaksana membuat proposal baru dengan bunga baru khusus untuk masyarakat berpenghasilan rendah," katanya.
Dari pihak Kemenpera, Djan menginginkan minimal suku bunga KPR sebesar 7 persen. (ren)


Anda ingin Sehat, Lancar rezeki, Meningkatkan Karier, Dimudahkan dalam segala usaha, Lancar Jodoh, Meningkatkan percaya diri & Lebih Dekat dengan Tuhan? Klik DISINI

 

 

Share this

Sebuah perusahaan yang bergerak di Bidang Pelatihan dan Bisnis Consultasi yang berada di Kota Gudeg Yogyakarta. Sebagai Perusahaan yang dinamis Bioenergi Center selalu memberikan solusi yang spektakuler yang penuh dengan inovatif, kreatif dan unik. Bioenergi International yang telah berkembang di 11 negara seperti Singapore dan Malaysia telah di sambut dengan antusias oleh masyarakat di negara tersebut, karena telah terbukti memberikan berbagai manfaat untuk meningkatkan kualitas hidup dan membantu memberikan solusi dari berbagai masalah yang mereka hadapi.

Related Posts

Previous
Next Post »