5 Kisah Satpam: Dipolisikan Hingga Meregang Nyawa di Tangan Perampok

 

BioenergicenterNEWS.com, Jakarta - Profesi satuan pengaman (Satpam) kadang dipandang sebelah mata. Meski demikian, Satpam tetap dibutuhkan banyak orang. Dengan gaji pas-pasan, Satpam harus mempertaruhkan segala risiko, termasuk nyawa sekalipun.

Berikut kisah satpam yang bertugas dengan mempertaruhkan profesi hingga nyawa seperti yang direkam detikcom, Rabu (25/1/2012):

1. Rukiyat
Rukiyat, satpam kantor Bank BRI Syariah Capem Cipulir tewas dilinggis perampok pada 25 Oktober 2007. Dia dibunuh secara mengenaskan saat jaga malam. Para pelaku hanya berhasil membawa kabur telepon selular (handphone) dan komputer jinjing (laptop). Sementara brankas yang berisi uang tidak berhasil mereka bawa kabur. Pelaku Ramlan (52) dan Edi (31) dibekuk sebulan kemudian di Terminal Terboyo, Semarang.

2. Taslim
Satpam Mahkamah Agung (MA), Taslim, menegur seorang tamu yang membikin keributan di dalam gedung MA pada akhir 2010. Sang tamu bukannya diam tapi malah melawan Taslim. Lantas, tamu tersebut pun diseret keluar.

Sang tamu bukanya mengalah, dia melaporkan balik Taslim ke polisi. Taslim terpaksa duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus). Belakangan, Taslim divonis bebas karena tidak terbukti menganiaya dan hanya melaksanakan tugas.

3. Sunarya
Satpam Galeri Ciumbeuleuit Hotel, Bandung, Sunarya (37), menendang Mega Tri Pratiwi (20). Mega ditendang secara refleks karena beraksi "suster ngesot" di tempat umum. Penampakan "suster ngesot" meresahkan penghuni hotel. Tendangan tersebut mengakibatkan muka Mega lebam dan giginya tanggal.

Alih-alih mendapat penghargaan karena tegas bertindak, Sunarya malah dijadikan tersangka dengan tuduhan penganiayaan. Kasus ini masih bergulir di kepolisian.

4. Kuat
Satpam Bank BCA di Jalan Kopo Bihbul, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung, ini ditemukan tewas bersimbah darah, Rabu (19/10/2011) pagi. Petugas keamanan itu diduga kuat menjadi korban kawanan perampok yang menyatroni bank tersebut. Asep ditemukan dalam posisi tertelungkup di ruang dalam bagian depan kantor bank tersebut.

Pelaku Jamaludin Malik ditangkap satu minggu setelah buron. Pelaku yang berprofesi sebagai sopir travel ditangkap di rumahnya di daerah Katapang, tanpa melawan. Diduga di membunuh Asep Wahyudin, dengan menusuk leher korban hingga tewas. Namun aksi tersangka terekam kamera pengawas CCTV. Hasil rekaman itu digunakan polisi untuk mengidentifikasi tersangka.

5. Ansyar
Aksi heroik Ansyar (41) mengejar kawanan maling yang gagal menggondol motornya berakhir saat timah panas bandit menghujam lambungnya, di Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan, Kamis (19/2/2012). Ansyar akhirnya meninggal karena luka tembak tersebut setelah dirawat selama 6 hari di RS Fatmawati.

Diantar ratusan kerabat, rekan kerja, dan warga sekitar, jenazah Ansyar dimakamkan di TPU Kampung Kandang, Jaksel, Selasa (24/1) kemarin. Sayang, hingga hari ini, pembunuh Ansyar belum ditangkap polisi.

(asp/nrl)

Raih Berbagai Manfaat & Solusi dari Buku KECERDASAN BIOENERGI. Dapatkan BONUS CD Kesuksesan jika Pesan Sekarang. Persediaaan TERBATAS..!!!!!

 

Share this

Sebuah perusahaan yang bergerak di Bidang Pelatihan dan Bisnis Consultasi yang berada di Kota Gudeg Yogyakarta. Sebagai Perusahaan yang dinamis Bioenergi Center selalu memberikan solusi yang spektakuler yang penuh dengan inovatif, kreatif dan unik. Bioenergi International yang telah berkembang di 11 negara seperti Singapore dan Malaysia telah di sambut dengan antusias oleh masyarakat di negara tersebut, karena telah terbukti memberikan berbagai manfaat untuk meningkatkan kualitas hidup dan membantu memberikan solusi dari berbagai masalah yang mereka hadapi.

Related Posts

Previous
Next Post »