LIHATLAH KE DALAM DIRI UNTUK MENERIMA KEBAIKAN


BioenergicenterNEWS.com - Orang melihat keluar untuk segala sesuatunya. Spiritualitas, pemikiran spiritual dan kerja spiritual sangat berbeda. Manusia harus menghadapi diri sendiri, alam-dalam dan pemikiran sendiri. Kita harus melihat diri sendiri, apa dan dimana kita sebagai kesadaran dan kemudian bekerja menurut diri sendiri. Kita harus temukan kemegahan diri sendiri, kebesaran jiwa sendiri, martabat kiat sendiri, keindahan sendiri. Kita tidak memerlukan itu dari orang lain diluar diri sendiri. Ini adalah berkah agung yang sudah kita miliki sendiri. Ada dalam diri  sendiri. 


           Kita tidak perlu menjalani kehidupan pada tingkat harapan orang lain. Kita harus ciptakan harapan sendiri mengenai sesuatu yang baik. Tidak ada baris-baris doa yang bisa kita titipkan pada seorang teman, kita harus lantunkan sendiri doa-doa itu, kita harus ucapkan dan wujudkan sendiri harapan-harapan itu. Kita harus pahami hal ini dan perlu meneguhkan individualitas sendiri. Kita harus menerima tanggung jawab untuk mengatur kehidupan. Berkah adalah hasil kerja spiritual sendiri. Kita harus  belajar melihat kedalam untuk mencari kekuatan dan tidak keluar dari diri sendiri untuk mencari otoritas. Otoritas ada dalam diri sendiri, otoritas ilahiah.


          Kita tidak akan pernah bisa menemukan otoritas diri pada diri orang lain. Hakikat manusia adalah, semua manusia sama dan semua manusia berbeda. Sebagai manusia kita sama-sama memiliki jiwa dan segala unsur kesamaan yang lain, akan tetapi juga harus paham bahwa setiap manusia berbeda dalam perwujudan fisik, segala tindakan dan hasil kerja. Manusia memiliki kualitas-kualitas kebaikan yang sama dan berbeda dalam bentuk wujudnya. 


          Jika kita terserak oleh pengalaman berbagai manusia, maka tidak akan pernah bisa melihat dengan jernih siapa diri dan bagaimana kehidupan bekerja mengenai siapa sebenarnya kita. Kemegahan dan martabat diri tidak ada dalam pengalaman oranmg di luar kita. Seorang murid yang hanya mencontoh dengan persis segala apa yang dikerjakan guru, tidak akan pernah tahu bahwa ia memiliki kemampuan lain yang dapayt melebihi kemampuan sang guru. Segala kemampuan yang dimiliki si murid telah terserap dan tertutup karena aksi mencontoh yang membabi buta. Dalam tindak inipun ia tidak akan pernah bisa menyamai guru karena konsep ruang dan waktu yang selalu bergerak maju. Ketika ia selangkah mendekati sang guru, maka selangkah pula sang guru menjauhi si murid. Ini sama halnya dengan orang yang berusaha mendekati ufuk. 


          Jika saja si murid mencari sendiri ke dalam dirinya, mungkin ia akan menemukan kemampuan alami lain yang tak dimiliki oleh guru. Jika ia mau belajar dari pengalaman, menjadikan wujud pengalaman sebagai refleksi, maka ia akan memiliki satu bentuk proses pemahaman yang berbeda dari si guru. Ia akan menemukan melalui diri dan di dalam dirinya sendiri. Bentuk proses pemahaman ini yang nantinya akan melahirkan bentuk wujud pengalaman baru. Pengalaman-pengalaman baru inilah yang membuat segala sesuatu di dunia ini bergerak maju dan semakin baik, menuju pada tata hukum semesta yang harmonis.


          Dengan memfokuskan diri keluar dari diri sendiri, kita akan tercerabut, menjadi asing dengan diri sendiri, dan akhirnya tidak bisa memahami kemampuan alami kita. Dengan menaruh harapan keluar diri, kita akan hidup dalam keputusasaan, terbebani, dan akhirnya mengalami hidup pasif dengan berkata, “ini sudah menjadi nasib saya”. Ini tidak perlu terjadi pada Anda karena Anda dapat menikmati kehidupan, menyumbang pada kehidupan, namun pada dasarnya hal baik ada di dalam dan di sanalah kita perlu memfokuskan diri, bukan pada dunia akibat. Kita tidak boleh berhenti pada satu keadaan dan menyalahkan nasib karena pada dasarnya. Tuhan tidak akan merubah nasib seseorang jika bukan orang itu sendiri yang merubahnya. Kita sendirilah, dalam kesadaran spiritual sendiri, untuk dapat menemukan perubahan, segala hal baik adalah hak kita secara hakiki.


          Dalam diri sendiri, sekali lagi hanya dalam diri sendiri Bioenergi itu terdapat. Kita tidak bisa memfokuskan pada sesuatu yang berada di luar diri untuk mengenal Bioenergi tubuh. Kita tidak akan menemukan energi kita pada orang lain, baik secara fisik maupun spiritual. Bioenergi hanya dapat diketahui dan digunakan dengan berdasar pada kesadaran dan kesadaran itu tidak ada di luar diri. Bagaimana mungkin Anda dapat menemukan energi sendiri jika berharap orang lain akan memberikan energi itu kepada Anda. Tak ada seorang pun yang dapat memberikan energi itu kepada Anda. Dalam artian fisik, Anda akan dapat rasakan orang lain akan memberikan energi atau semacam kekuatan lain  pada diri Anda, akan tetapi secara jiwa Anda sendirilah yang sadar dan mau menerima keadaan itu. Kesadaran Anda menerima energi orang lain itulah yang telah melemahkan energi sendiri, sehingga dalam benmtuk fisiknya akan dapat merasakan getaran energi yang dipancarkan orang lain kepada Anda. Secara sederhana tindak menerima dan harapan yang Anda lakukan itu dengan sendirinya menutup energi (karena energi Anda terkonsentrasi secara penuh pada penerimaan energi luar), Dengan demikian, energi luar sekecil apapun akan dapat masuk dan merasuki Anda. Anda akan terserap di dalamnya dan akan mengikuti arahan energi yang berada di luar, menjadi semacam robot yang diberi muatan listrik.


          Bioenergi adalah berkah dan berkah adalah hasil kerja kesadaran. Berkah tersebut diberikan kepada anda secara cuma-cuma. Jika Anda hanya menerima dan memfokuskan diri pada energi di luar, maka tak akan dapat merasakan berkah itu. Hal ini sangat masuk akal; seorang bocah yang biasa dituntun dalam menggambar, tentu tidak akan bisa menggambar di luar apa yang telah dituntunkan kepadanya. Sama halnya jika hanya memfokuskan energi di luar, maka Anda akan terserap dan tidak bisa menggunakan energi sendiri sesuai kehendak diri.


          Kehidupan ini adalah milik Anda, Bioenergi adalah milik Anda dan dapat dipergunakan dengan bebas. Ini adalah tanggung jawab kehidupan Anda. Temukan kekuatan diri, temukan keszehatan di dalam diri sendiri, di dalam Bioenergi tubuh sendiri. Semakin besar kemauan anda untuk mengenal Bioenergi, semakin besar Anda mengenal kesadaran sendiri, semakin besar pula peluang kehidupan untuk bergerak maju sesuai tata hukum semesta yang harmonis. Kebaikan-kebaikan hidup adalah tanggung jawab sendiri untuk melakukannya. Kebaikan-kebaikan hidup ada dan berada pada dunia dalam diri sendiri.


INGIN DAPAT SOLUSI MASALAH SEKARANG JUGA? KLIK DISINI

 

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »